Articles

Konsumsi Obat dan Vitamin, Ini Aturan yang Harus Diwaspadai!

Konsumsi Obat dan Vitamin, Ini Aturan yang Harus Diwaspadai!

Mengonsumsi berbagai jenis suplemen atau vitamin menjadi salah satu cara untuk menjaga kesehatan. Namun, bagaimana aturan untuk mengonsumsi suplemen atau vitamin yang benar? Apa perbedaan mengonsumsi vitamin dan obat?

Secara definisi, menurut Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), suplemen makanan adalah produk yang dimaksudkan untuk melengkapi kebutuhan zat gizi makanan, mengandung satu atau lebih bahan berupa vitamin, mineral, asam amino atau bahan lain (berasal dari tumbuhan atau bukan tumbuhan) yang mempunyai nilai gizi dan atau efek fisiologis dalam jumlah terkonsentrasi. Sementara obat adalah suatu bahan atau paduan bahan-bahan yang dimaksudkan untuk digunakan dalam menetapkan diagnosis, mencegah, mengurangi, meningkatkan kesehatan, menyembuhkan penyakit atau gejala penyakit pada manusia.

Keduanya memang mempunyai manfaat yang berbeda. Obat dikonsumsi untuk membantu penyembuhan penyakit, sedangkan vitamin dikonsumsi untuk memberikan pencegahan terhadap penyakit. Namun demikian, mengonsumsi obat atau vitamin yang terlalu banyak dapat menimbulkan risiko medis tersendiri bagi orang tersebut dibandingkan dengan menyembuhkan. Karena itu, perhatikan obat atau vitamin mana saja yang menjadi prioritas untuk dikonsumsi setiap harinya.

Dikutip dari artikel HealthDay, juru bicara American Pharmacists Association Sophia De Monte mengungkapkan bahwa semakin banyak obat atau suplemen yang dikonsumsi dapat meningkatkan kesempatan terjadinya interaksi obat atau efek samping utama dan kemungkinan sesuatu yang buruk akan terjadi.

Selain itu dikutip dari artikel viva.co.id menurut pemaparan dari dr. Tulus Satriasih, SpFK dalam program Ayo Hidup Sehat, ternyata konsumsi suplemen vitamin C berlebih ternyata dapat meningkatkan risiko batu ginjal. Perlu diketahui bahwa dosis suplemen vitamin C sehari yang dibutuhkan tubuh idealnya adalah 65-75 miligram (mg). Jika dosisnya lebih dari 100 mg, kerja ginjal akan berat dan bisa mengganggu kesehatan ginjal. Fakta secara umum memang risiko konsumsi obat atau vitamin secara berlebihan akan berbahaya untuk ginjal Anda, dikutip dari hellosehat.com terdapat beberapa jenis obat yang lebih bisa meningkatkan risiko kerusakan ginjal. Obat-obatan tersebut antara lain adalah:

  • Antibiotik, seperti aminoglycosides, cephalosporins, sulfonamides, amphotericin B, bacitracin, dan vancomycin.
  • Obat penghilang rasa sakit, seperti acetaminophen, serta aspirin dan ibuprofen (termasuk dalam golongan obat nonsteroid antiperadangan).
  • Obat yang digunakan untuk kemoterapi, seperti cisplatin, carboplatin, methotrexate, cyclosporine, dan tacrolimus.
  • Obat asam lambung, seperti cimetidine.
  • Obat tekanan darah tinggi tertentu, seperti captopril, lisinopril, ramipril, candesartan, dan valsartan.
  • Obat rematik, seperti infliximab.

Anda dapat mencegah risiko penyakit ginjal akibat konsumsi obat atau vitamin yang berlebihan melalui beberapa cara berikut ini :

  • Konsultasi dengan dokter bila ingin mengonsumsi obat atau vitamin.
  • Konsumsi air secukupnya agar racun dalam tubuh dapat keluar. Jangan sampai Anda mengalami dehidrasi saat konsumsi obat atau suplemen.
  • Selalu membaca petunjuk penggunaan obat atau vitamin, terutama obat tanpa resep dokter.
  • Jangan terlalu sering atau ketergantungan dengan obat, jangan biasakan diri Anda untuk selalu minum obat dalam kondisi tertentu, seperti obat tidur atau obat penghilang rasa sakit.
  • Konsumsi obat jangka panjang sebaiknya dalam pengawasan dokter.

Untuk itu, penting untuk menghitung obat dan vitamin yang Anda asup tiap harinya. Jangan sampai berlebih ya! Jika memahami bagaimana tubuh bekerja, Anda akan menyadari bahwa tubuh hanya membutuhkan sejumlah kecil semua vitamin.