Dorong Penggunaan Antibiotik yang Tepat, AAM dan BBPOM Banjarbaru Dukung Penguatan Peran Apoteker di Kalimantan Selatan

Pengendalian resistensi antimikroba membutuhkan pemahaman dan praktik yang tepat hingga tingkat pelayanan kefarmasian. Untuk mendukung hal tersebut, PT Anugrah Argon Medica (AAM) Cabang Banjarmasin berkolaborasi dengan Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Banjarbaru, Kalimantan Selatan menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengendalian Antimikroba, Rabu, 23 September 2026. Kegiatan ini diikuti sekitar 50 perwakilan apotek dari berbagai wilayah di Kalimantan Selatan.
Bimtek menghadirkan tiga narasumber, yaitu Ketua Tim Pemeriksa BBPOM di Banjarbaru, Ibu Anna Yulisbeth Simangunsong, S.Farm., Apt.; Perwakilan Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan, Ibu Marisa Hafizah Yusaz, S.Farm., Apt.; serta apt. Rahmanto, apoteker sekaligus influencer.
Dalam sambutannya, Plh. Kepala BBPOM di Banjarbaru, Bapak Bambang Hery Purwanto, S.Farm., Apt., yang mewakili Kepala BBPOM di Banjarbaru menekankan pentingnya sinergi antara regulator, pemerintah daerah, pelaku usaha, tenaga kesehatan, organisasi profesi, dan masyarakat dalam pengendalian resistensi antimikroba atau antimicrobial resistance (AMR). Menurutnya, kolaborasi lintas pemangku kepentingan diperlukan untuk mendorong penggunaan antibiotik secara tepat sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai penggunaan obat yang bertanggung jawab.

Pada sesi materi, Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan membahas pengenalan dan bahaya resistensi antimikroba serta implementasi pedoman penggunaan antimikroba. Sementara itu, BBPOM di Banjarbaru memberikan pemahaman mengenai regulasi dan kebijakan terkait pengelolaan serta penyerahan antibiotik, termasuk peran tenaga kefarmasian dalam memastikan praktik tersebut dilakukan sesuai ketentuan.
Materi juga menyoroti peran apoteker dalam memastikan penggunaan obat yang rasional, mulai dari ketepatan penggunaan dan dosis, keamanan pasien, hingga kepatuhan terhadap terapi. Dalam praktiknya, peran tersebut tidak hanya berkaitan dengan pelayanan obat, tetapi juga edukasi kepada masyarakat agar informasi mengenai penggunaan antibiotik dapat dipahami dan diterapkan secara tepat.

Perspektif tersebut diperkuat melalui sesi bersama apt. Rahmanto yang berlangsung interaktif dengan membahas berbagai tantangan yang dihadapi apoteker dalam memberikan edukasi kepada masyarakat.
Salah satunya adalah masih adanya masyarakat yang meminta antibiotik tanpa resep serta belum memahami perbedaan antibiotik dengan obat untuk infeksi lainnya. Karena itu, kemampuan apoteker menyampaikan informasi dengan bahasa yang mudah dipahami menjadi bagian penting dalam membangun kesadaran dan kepercayaan masyarakat.
Sejalan dengan hal tersebut, Kepala Cabang AAM Banjarmasin, Bapak Oskawijaya, menegaskan komitmen AAM untuk mengambil bagian dalam mendukung peningkatan kapasitas tenaga kefarmasian dan edukasi mengenai penggunaan antibiotik yang tepat.

āKegiatan ini menjadi bagian dari komitmen AAM untuk terus mendukung peningkatan pemahaman dan kompetensi tenaga kefarmasian, khususnya dalam penggunaan antibiotik yang tepat dan bertanggung jawab. Melalui kolaborasi dengan BBPOM di Banjarbaru dan para pemangku kepentingan, kami berharap Bimtek ini dapat memperkuat peran apoteker dalam memberikan edukasi kepada masyarakat sekaligus mendukung upaya bersama dalam mengendalikan resistensi antimikroba,ā ujar Bapak Oskawijaya.
Turut hadir dalam kegiatan ini Customer Relations Manager AAM, Bapak Deni Fahrizal; dan Quality Operation Officer AAM, Bapak Elhas Adelse Nameza.
Bagi AAM, dukungan terhadap kegiatan ini merupakan bagian dari upaya perusahaan untuk berkontribusi dalam penguatan ekosistem kesehatan. Penguatan kapasitas tenaga kefarmasian dan edukasi kepada masyarakat menjadi bagian penting dalam mendorong penggunaan antibiotik yang tepat dan bertanggung jawab. Melalui kolaborasi dengan regulator, pemerintah daerah, dan tenaga kesehatan, AAM terus mendukung ruang-ruang edukasi yang dapat memberikan manfaat bagi peningkatan kualitas pelayanan kesehatan di masyarakat.


