top of page

AAM dan BBPOM Bandar Lampung Wujudkan Komitmen Bersama Apoteker Hadapi Resistensi Antimikroba

  • 37 menit yang lalu
  • 2 menit membaca

Di tengah meningkatnya ancaman Antimicrobial Resistance (AMR) atau resistensi antimikroba, komitmen tenaga kefarmasian menjadi salah satu faktor penting dalam memastikan penggunaan antibiotik secara rasional dan bertanggung jawab.


Menjawab tantangan tersebut PT Anugrah Argon Medica (AAM) Cabang Bandar Lampung berkolaborasi dengan Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Bandar Lampung menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) bagi Apoteker Penanggung Jawab Apotek pada Selasa, 14 Juli 2026.


Kegiatan yang diikuti oleh 53 Apoteker Penanggung Jawab Apotek dari berbagai wilayah di Provinsi Lampung ini mengangkat dua isu strategis, yaitu pengendalian Antimicrobial Resistance (AMR) serta peningkatan awareness terhadap penyalahgunaan Obat-Obat Tertentu (OOT) sebagai bagian dari upaya memperkuat penggunaan obat yang aman, rasional, dan sesuai ketentuan.



Sebagai wujud komitmen bersama dalam mendukung pengendalian AMR, kegiatan ini ditutup dengan Penandatanganan Komitmen Bersama oleh para Apoteker Penanggung Jawab Apotek. Langkah tersebut menjadi simbol sinergi antara regulator, organisasi profesi, pelaku usaha distribusi farmasi, dan tenaga kefarmasian dalam memperkuat penggunaan antibiotik yang bertanggung jawab serta meningkatkan kualitas pelayanan kefarmasian kepada masyarakat.


Dalam sambutannya, Kepala BBPOM di Bandar Lampung, Bapak Bagus Heri Purnomo, S.Si., Apt., menyampaikan apresiasi kepada PT Anugrah Argon Medica atas inisiatif menghadirkan forum edukasi yang mendukung peningkatan kualitas pelayanan kefarmasian di Indonesia.


Menurutnya, pengendalian resistensi antimikroba merupakan salah satu tantangan kesehatan global yang memerlukan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan. Penggunaan antibiotik yang tidak rasional berpotensi mempercepat munculnya resistensi antimikroba, sehingga peran apoteker menjadi semakin penting dalam memastikan antibiotik digunakan secara tepat indikasi, tepat dosis, dan sesuai resep tenaga medis.



Selain membahas pengendalian AMR, peserta juga memperoleh pembekalan mengenai pencegahan penyalahgunaan Obat-Obat Tertentu (OOT) sebagai bagian dari upaya memperkuat pengawasan peredaran obat dan meningkatkan kepatuhan terhadap ketentuan yang berlaku dalam pelayanan kefarmasian.


Kepala Cabang PT Anugrah Argon Medica Bapak Fernando Sibarani, menegaskan bahwa peningkatan kualitas pelayanan kesehatan tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan produk, tetapi juga oleh kompetensi tenaga kesehatan yang mendistribusikan dan menyerahkan obat kepada masyarakat.


Turut hadir dalam kegiatan ini Kepala Bidang Sumber Daya Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung Ibu Nensia Tarigan, S.Si., Apt., M.Kes., perwakilan Pengurus Cabang Ikatan Apoteker Indonesia (IAI), Regional Operations Manager PT Anugrah Argon Medica, Bapak Awy Tedja, serta jajaran BBPOM Bandar Lampung.



"Kami mengucapkan terima kasih kepada Balai Besar POM di Bandar Lampung, Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung, serta Ikatan Apoteker Indonesia atas kolaborasi yang telah terjalin dengan baik. Kegiatan ini merupakan wujud sinergi antara regulator, organisasi profesi, dan dunia usaha dalam mendukung peningkatan kompetensi apoteker serta penguatan pelayanan kefarmasian kepada masyarakat," ujar Bapak Fernando.


Melalui kolaborasi berkelanjutan bersama BPOM dan organisasi profesi di berbagai daerah, PT Anugrah Argon Medica terus mendukung peningkatan kapasitas tenaga kefarmasian melalui program edukasi yang relevan dan kolaboratif.


Inisiatif ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk memperkuat kualitas pelayanan kefarmasian, mendorong penggunaan obat yang aman dan rasional, serta membangun ekosistem kesehatan Indonesia yang lebih tangguh melalui sinergi antara regulator, organisasi profesi, dan pelaku industri kesehatan.



Ā 
Ā 
bottom of page