PT AAM dan BBPOM Medan Dorong Profesionalisme Apoteker melalui Penguatan Integritas dan Kualitas Pelayanan
- 15 jam yang lalu
- 2 menit membaca

PT Anugrah Argon Medica (AAM) berkolaborasi dengan Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Medan menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) bertajuk "Transformasi Apoteker Profesional: Integritas sebagai Pilar, Kualitas sebagai Standar"Ā pada Selasa, 9 Juni 2026 di Hotel Four Points Medan.
Kegiatan ini diikuti oleh 106 apoteker dari berbagai apotek di Kota Medan dan sekitarnya sebagai bagian dari upaya memperkuat kompetensi, profesionalisme, dan kualitas pelayanan kefarmasian.
Dalam sambutannya, Kepala Balai Besar POM di Medan, Bapak Mojaza Sirait, S.Si., Apt., M.M., menyampaikan apresiasi atas inisiatif AAM dalam menghadirkan forum edukasi yang mempertemukan regulator dan praktisi kefarmasian. Menurutnya, kegiatan seperti ini menjadi sarana penting untuk memperkuat pemahaman apoteker terhadap peran strategisnya dalam menjaga keamanan, mutu, dan khasiat produk obat yang beredar di masyarakat.
Pada sesi pemaparan materi, Bapak Mojaza menegaskan bahwa apoteker memiliki tanggung jawab besar sebagai garda terdepan dalam memastikan penggunaan obat yang rasional, aman, dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Ia juga mengajak seluruh peserta untuk terus meningkatkan kompetensi, menjunjung tinggi etika profesi, serta memperkuat integritas dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya.

"Integritas dan kualitas merupakan dua aspek yang tidak dapat dipisahkan dalam mewujudkan pelayanan kefarmasian yang profesional dan berorientasi pada keselamatan pasien," ujar Bapak Mojaza.
Selain membahas profesionalisme dan integritas, kegiatan ini juga menyoroti pentingnya penggunaan antibiotik secara bijak untuk mencegah terjadinya Antimicrobial ResistanceĀ (AMR). Dalam pemaparannya, Koordinator/Ketua Tim Inspeksi Obat BBPOM Medan, Ibu Christine Pakpahan, S.Si., Apt., M.Si.,Ā menjelaskan bahwa penggunaan antibiotik tanpa indikasi yang tepat masih menjadi tantangan serius yang memerlukan perhatian seluruh pemangku kepentingan, termasuk apoteker sebagai tenaga kesehatan yang berinteraksi langsung dengan masyarakat.
Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia 2023, sekitar 41 persen masyarakat di Sumatera Utara memperoleh antibiotik tanpa resep dokter. Sementara itu, 57,7 persen di antaranya mendapatkan antibiotik melalui apotek dan toko obat berizin. Kondisi ini menunjukkan pentingnya peran apoteker dalam memastikan penggunaan antibiotik yang rasional sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai risiko resistensi antimikroba.

Kepala Cabang AAM Medan, Ibu Endratri Retno Kiswati, menyampaikan bahwa kolaborasi dengan BBPOM Medan merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung penguatan kapasitas tenaga kefarmasian sekaligus mendorong terciptanya pelayanan kesehatan yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
"Melalui kolaborasi dengan BBPOM Medan, kami ingin mendukung apoteker agar semakin siap menjalankan perannya sebagai garda terdepan dalam memastikan penggunaan obat yang aman, rasional, dan sesuai regulasi. Profesionalisme dan integritas menjadi fondasi penting dalam menjaga kepercayaan masyarakat terhadap layanan kefarmasian," ujar Endratri.
Bimtek ini turut dihadiri oleh Customer Relation Manager PT AAM Deni Fahrizal, perwakilan GP Farmasi, Ketua PD Ikatan Apoteker Indonesia (IAI), serta Ketua HISFARMA Medan. Melalui kolaborasi yang berkelanjutan dengan BPOM di berbagai daerah, AAM terus mendukung peningkatan kapasitas tenaga kefarmasian melalui program edukasi yang relevan dan kolaboratif guna memperkuat kualitas layanan kefarmasian di Indonesia.Ā


