Kolaborasi BBPOM Pontianak dan PT Anugrah Argon Medica Perkuat Edukasi Penggunaan Obat yang Aman dan Bertanggung Jawab
- 9 jam yang lalu
- 2 menit membaca

Penggunaan obat yang tidak sesuai ketentuan, termasuk antibiotik dan obat-obatan tertentu yang berisiko disalahgunakan, masih menjadi perhatian dalam sistem pelayanan kesehatan. Penguatan edukasi dan pengawasan menjadi penting untuk memastikan penggunaan obat yang aman, bermutu, dan bertanggung jawab di masyarakat.
Sebagai bagian dari upaya tersebut, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Pontianak berkolaborasi dengan PT Anugrah Argon Medica (AAM) dalam penyelenggaraan kegiatan edukasi Pencegahan Penyalahgunaan Obat-Obat Tertentu (OOT) serta Bimbingan Teknis Antimicrobial Resistance (AMR) dan Farmakovigilans pada Selasa, 12 Mei 2026.
Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala BBPOM di Pontianak Dra. Hariani, Apt. beserta jajaran, instansi terkait, Regional Operations Manager PT Anugrah Argon Medica Bapak Handoyoko Hindrawan, Kepala Cabang AAM Pontianak Bapak Fariz Marasri, serta 58 Apoteker Penanggung Jawab dari puskesmas, klinik, apotek, dan rumah sakit di wilayah Kalimantan Barat.
Dalam arahannya, Kepala BBPOM di Pontianak Dra. Hariani, Apt., menyampaikan apresiasi atas kolaborasi yang terjalin bersama PT Anugrah Argon Medica. Ia menekankan pentingnya sinergi antara regulator dan pelaku usaha dalam meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan, khususnya apoteker, sebagai garda terdepan dalam pengelolaan dan penyaluran obat kepada masyarakat.
āTema ini penting dalam meningkatkan kepedulian apoteker penanggung jawab di sarana pelayanan kefarmasian, khususnya di rumah sakit, klinik, dan apotek yang memiliki peran strategis dalam penyaluran antimikroba kepada masyarakat,ā ujar Ibu Hariani.

Selain pengendalian resistensi antimikroba, kegiatan ini juga membahas potensi penyalahgunaan Obat-Obat Tertentu (OOT) yang bekerja pada sistem saraf pusat, seperti tramadol, triheksifenidil, dekstrometorfan, amitriptilin, klorpromazin, haloperidol, dan ketamin. Penggunaan obat-obatan tersebut yang tidak sesuai ketentuan berisiko menimbulkan dampak serius, mulai dari ketergantungan hingga gangguan kesehatan yang lebih berat.
Melalui kampanye edukasi ABC+4T, peserta juga mendapatkan penguatan pemahaman mengenai definisi, risiko, serta langkah preventif penggunaan antibiotik secara bijak guna menekan laju resistensi antimikroba yang menjadi ancaman kesehatan global.
Pada sesi farmakovigilans, peserta didorong untuk meningkatkan peran aktif dalam pemantauan keamanan obat melalui pelaporan efek samping obat (ESO). Pemanfaatan aplikasi MESO Mobile turut diperkenalkan sebagai sarana pelaporan yang efektif guna mendukung pengawasan obat pasca edar secara lebih optimal.
Kegiatan ini juga mencerminkan kolaborasi berbagai pemangku kepentingan, mulai dari regulator, tenaga kesehatan, pelaku usaha farmasi, hingga media, dalam memperkuat sistem pengawasan obat di Indonesia.

Regional Operations Manager PT Anugrah Argon Medica, Handoyoko Hindrawan menyampaikan bahwa kolaborasi ini merupakan bagian dari komitmen AAM dalam mendukung peningkatan kualitas layanan kesehatan melalui edukasi dan kolaborasi berkelanjutan bersama regulator serta tenaga kefarmasian.
āKami berharap kegiatan ini dapat memperkuat awareness dan kompetensi tenaga kesehatan dalam penggunaan obat yang aman, bermutu, dan bertanggung jawab,ā ujar Bapak Handoyoko.
Kegiatan di Pontianak ini menjadi bagian dari rangkaian kolaborasi edukasi AAM bersama BPOM di berbagai kota di Indonesia dalam memperkuat pengawasan obat, mendukung penggunaan obat yang rasional, serta meningkatkan awareness tenaga kesehatan terhadap keamanan pasien dan resistensi antimikroba.


