Rakernas KSL, KSA, QS AAM 2026: Tiga Pilar Cabang AAM Perkuat Sinergi untuk Kinerja Unggul Berkelanjutan
- 24 jam yang lalu
- 3 menit membaca

PT Anugrah Argon Medica (AAM) memperkuat sinergi dan kesiapan operasional cabang melalui Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Kepala Seksi Logistik, Kepala Seksi Administrasi, dan Quality Supervisor AAM 2026 yang berlangsung pada 5ā8 Agustus 2026.
Mengusung tema āSerempak Bergerak, Menang Bersama: Sinergi dalam Eksekusi, Kinerja Unggul Berkelanjutanā, Rakernas ini menjadi momentum bagi 116 peserta dari seluruh cabang AAM di Indonesia untuk menyelaraskan strategi, memperkuat kolaborasi lintas fungsi, sekaligus membangun komitmen bersama dalam menghadapi Semester II 2026.
Rangkaian kegiatan diawali pada 5 Agustus 2026 di Head Office (HO) Titan Center melalui arahan Direksi AAM dan Sharing SessionĀ bersama Ketua Tim Kerja Pengawasan Fasilitas Distribusi Obat, Narkotika, Psikotropika & Prekursor BPOM RI Bapak Kirwanto, S.Farm., Apt.
Selanjutnya, pada 6ā8 Agustus 2026, dilakukan dengan kunjungan ke National Distribution Center AAM di Kawasan Industri Jababeka dilanjutkan di Green Forest Bandung dengan arahan dari Departemen Supply Chain, Finance, Quality, serta Regional Operations Manager.

Dalam arahannya, Direktur Utama PT Anugrah Argon Medica Ibu Juliwaty menyampaikan apresiasi atas kontribusi seluruh tim terhadap pencapaian Semester I 2026. Secara keseluruhan, kinerja AAM pada Semester I berjalan dengan baik.
Sejumlah program departemen juga berhasil dijalankan, mulai dari E-invoice dan E-Sign, penguatan proses Supply Chain, hingga penguatan hubungan dengan BPOM, Quality of Sales, ISO Multisite, dan CDAKB di seluruh cabang.
Apresiasi tersebut menjadi pijakan untuk melihat Semester II untuk melakukan perbaikan dan menciptakan kinerja yang lebih baik.
āPakai momen Rakernas 2026 ini untuk decideĀ apa yang bisa kita kerjakan untuk next semester, sekaligus juga berkenalan dengan teman-teman yang lain. Karena ada juga yang baru bergabung 1ā3 tahun,ā kata Ibu Juliwaty.
Sementara itu, Bapak Kirwanto menyampaikan materi mengenai implementasi Cara Distribusi Obat yang Baik (CDOB) dalam rangka pencegahan penyimpangan peredaran obat di fasilitas distribusi serta hasil pengawan BPOM terhadap AAM dalam pada tahun 2026.

Materi ini memberikan penguatan kepada peserta mengenai pentingnya penerapan standar CDOB dalam setiap tahapan pengadaan, penyimpanan, dan penyaluran obat dan/atau bahan obat.
āKalau saya bandingkan dengan PBF lain alhamdulillah merahnya (AAM) paling sedikit ini,ā jelas Bapak Kirwanto.
Bapak Kirwanto juga mengapresiasi inovasi digital E-invoice yang telah di luncurkan oleh AAM. āDalam CDOB salah satu yang jadi penguatan adalah konsep digitalisasi itu memang kita dorong. Kita berharap semua terdigitalisasi dan tentunya efisiensi bisnis kerja bapak/ibu sekalian. Semakin efektif karena bisa dipantau di pusat dan memudahkan melakukan evaluasi dan cross check secara cepat. Di Indonesia sendiri saya mengakui AAM pasti PBF yang leading terkait dengan inovasi-inovasinya,ā tambah Bapak Kirwanto.
Membangun Growth Mindset untuk Kinerja Berkelanjutan
Selain pencapaian target, Ibu Juliwaty juga menyampaikan pentingnya para leader di cabang memiliki pola pikir menjadi bagian penting dalam mempersiapkan tim menghadapi tantangan yang terus berkembang.
Melalui pendekatan growth mindset, setiap tantangan dipandang sebagai kesempatan untuk berkembang. Kemampuan bukan sesuatu yang bersifat tetap, melainkan dapat terus dikembangkan melalui usaha, pembelajaran, keterbukaan terhadap masukan, dan keberanian untuk mencoba cara baru.
Semangat ini juga tercermin melalui konsep āLearn, Unlearn, Relearnā yang menjadi bagian dari pembekalan peserta. Di tengah perubahan teknologi, digitalisasi, dan tuntutan bisnis yang semakin dinamis, kemampuan untuk terus memperbarui pengetahuan dan meninggalkan cara kerja yang sudah tidak relevan menjadi semakin penting.
Memperdalam Strategi, Memperkuat Eksekusi
Setelah mendapatkan arahan Direksi dan perspektif regulator pada hari pertama, rangkaian Rakernas berlanjut di Green Forest Bandung. Pada sesi ini, peserta mendapatkan pembekalan yang lebih mendalam dari Departemen Supply Chain, Finance, dan Quality, serta arahan dari Regional Operations Manager.
Pendalaman materi diarahkan untuk memastikan setiap peserta tidak hanya memahami target dan strategi perusahaan, tetapi juga mengetahui bagaimana strategi tersebut dapat diterjemahkan menjadi langkah konkret di masing-masing cabang.
Dari sisi Supply Chain, pembahasan berfokus pada penguatan operasional logistik dan service level, mulai dari pengelolaan working capital dan stock, efisiensi warehouse dan transportasi, pengelolaan order, hingga pencapaian fulfillment.
Sementara itu, Departemen Finance memberikan pendalaman mengenai aspek finansial yang perlu menjadi perhatian dalam pengelolaan cabang. Salah satu penekanan utama adalah pentingnya menjaga cash flow dan collection di tengah kondisi biaya dana yang masih tinggi.

Dari sisi Quality, peserta diajak memperkuat pemahaman bahwa kepatuhan bukan hanya kewajiban, tetapi merupakan fondasi untuk mencapai operational excellence. Materi mencakup perkembangan regulasi dan pengawasan, penguatan kolaborasi dengan BPOM, digitalisasi proses,Ā serta kualifikasi pelanggan.
Pendalaman dari ketiga fungsi tersebut kembali menegaskan pentingnya peran Kepala Seksi Logistik, Kepala Seksi Administrasi, dan Quality Supervisor sebagai satu kesatuan di tingkat cabang. Setiap keputusan dan proses di cabang memiliki keterkaitan antara aspek operasional, finansial, administrasi, kualitas, dan kepatuhan.
Karena itu, sinergi bukan sekadar bekerja bersama, tetapi memastikan setiap fungsi memahami dampak dari keputusan yang diambil terhadap fungsi lainnya. Dengan komunikasi yang lebih kuat dan pemahaman yang sama terhadap prioritas perusahaan, eksekusi di cabang diharapkan menjadi semakin cepat, tepat, dan konsisten.
Rangkaian Rakernas kemudian ditutup dengan penguatan komitmen peserta untuk membawa hasil arahan ke masing-masing cabang dan menjadikannya sebagai bagian dari aksi nyata di Semester II 2026. Dengan sinergi yang kokoh dari ketiga pilar ini, AAM optimis dapat terus menjadi pelopor dalam distribusi produk kesehatan yang terpercaya dan inovatif di Indonesia.


