Sinergi BPOM dan AAM Dorong Penguatan Peran Apoteker dalam Pengendalian Resistensi Antimikroba di Pekanbaru
- 18 jam yang lalu
- 2 menit membaca

Pengendalian penggunaan antibiotik masih menjadi perhatian bersama. Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia 2023, proporsi perolehan antibiotik oral tanpa resep dokter dalam satu tahun terakhir di Indonesia tercatat sebesar 41 persen. Sementara itu, di Provinsi Riau angkanya mencapai 33 persen.
Selain itu, mayoritas antibiotik tanpa resep dokter diperoleh melalui apotek atau toko obat berizin, dengan proporsi sebesar 61,3 persen di tingkat nasional dan 60,4 persen di Provinsi Riau. Temuan ini menunjukkan pentingnya penguatan peran tenaga kefarmasian dalam memastikan penggunaan antibiotik yang rasional guna mencegah risiko resistensi antimikroba (antimicrobial resistance/AMR).
Sebagai bagian dari ekosistem layanan kesehatan, PT Anugrah Argon Medica (AAM) terus memperkuat perannya sebagai mitra strategis apotek dalam menghadirkan rantai distribusi yang berkualitas, aman, dan sesuai regulasi, sekaligus mendukung penggunaan obat yang bertanggung jawab di masyarakat.
Dalam upaya meningkatkan awareness tenaga kefarmasian terhadap isu resistensi antimikroba, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) melalui Balai Besar POM di Pekanbaru berkolaborasi dengan PT Anugrah Argon Medica (AAM) menyelenggarakan kegiatan bimbingan teknis bagi apoteker pada Rabu, 22 April 2026.

Kegiatan yang mengangkat tema āBimbingan Teknis Pengendalian Resistensi Antimikroba di Sarana Pelayanan Kefarmasianā ini dihadiri oleh Kepala Balai Besar POM Pekanbaru Alex Sander, S.Farm., Apt., M.H. bersama jajaran staf, serta diikuti oleh 70 Apoteker Penanggung Jawab (APJ) dari berbagai apotek di wilayah Pekanbaru.
Turut hadir dalam kegiatan Kepala Instalasi Farmasi dan Logistik Kesehatan Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru, Ibu Riche Helmy, S.Farm, Apt., Ketua Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Provinsi Riau apt. Adrian Mulya, S.Si., MKM., Ketua Gabungan Perusahaan Farmasi Indonesia (GP Farmasi) Provinsi Riau Hari Sandi, Regional Operations Manager PT Anugrah Argon Medica Wiratama Listyo Diyatmoko, serta Kepala Cabang AAM Pekanbaru Asep Rahmat.
Dalam sambutannya, Kepala Balai Besar POM Pekanbaru Alex Sander menyampaikan apresiasi atas inisiatif AAM dalam menyelenggarakan kegiatan kolaboratif ini. Ia menegaskan bahwa pengendalian resistensi antimikroba menjadi isu penting yang memerlukan kepedulian bersama, khususnya dari Apoteker Penanggung Jawab di sarana pelayanan kefarmasian sebagai garda terdepan dalam penyaluran antibiotik kepada masyarakat.

Melalui kegiatan ini, para APJ didorong untuk semakin memperkuat perannya dalam memastikan penggunaan antibiotik yang rasional, mulai dari penyaluran sesuai resep, edukasi kepada pasien terkait penggunaan antibiotik yang tepat, hingga pengelolaan limbah obat secara bertanggung jawab.
āKolaborasi ini merupakan bagian dari komitmen kami dalam mendukung apotek dan Apoteker Penanggung Jawab untuk memperkuat perannya dalam pengendalian resistensi antimikroba melalui kepatuhan terhadap regulasi, distribusi yang bertanggung jawab, dan edukasi kepada masyarakat. Kami percaya sinergi antara regulator, distributor, dan apotek dapat memberikan dampak nyata dalam mendorong penggunaan antibiotik yang rasional,ā kata Wiratama Listyo Diyatmoko.
Setelah Manado, Pekanbaru menjadi kota kedua dalam rangkaian program edukasi dan kolaborasi AAM bersama BPOM tahun 2026 dalam mendukung penggunaan antibiotik yang rasional serta peningkatan awareness terhadap resistensi antimikroba di Indonesia.
Ā
Ā


