Sinergi BPOM dan AAM Perkuat Awareness Penggunaan Antibiotik Rasional di Manado
- 18 jam yang lalu
- 2 menit membaca

Pengendalian penggunaan antibiotik masih menjadi perhatian bersama. Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia 2023, proporsi perolehan antibiotik oral tanpa resep dokter dalam satu tahun terakhir di Indonesia mencapai 41 persen. Di Provinsi Sulawesi Utara, angkanya bahkan tercatat lebih tinggi, yakni sebesar 65,9 persen.
Selain itu, sumber perolehan antibiotik tanpa resep dokter melalui apotek dan toko obat berizin di tingkat nasional tercatat sebesar 61,3 persen. Temuan ini menunjukkan pentingnya penguatan edukasi dan pengawasan penggunaan antibiotik secara rasional di sarana kefarmasian guna mencegah risiko resistensi antimikroba (antimicrobial resistance/AMR).
Sebagai bagian dari ekosistem layanan kesehatan, PT Anugrah Argon Medica (AAM) mengambil peran aktif sebagai mitra strategis apotek dalam memastikan distribusi produk yang berkualitas, aman, dan sesuai standar regulasi, sekaligus mendukung penggunaan obat yang rasional di masyarakat.

Sebagai bagian dari upaya meningkatkan awareness tenaga kefarmasian terhadap resistensi antimikroba, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) melalui Balai Besar POM di Manado berkolaborasi dengan PT Anugrah Argon Medica (AAM) menyelenggarakan kegiatan edukasi dan bimbingan teknis pada Selasa, 21 April 2026 di Hotel Four Points Manado.
Kegiatan yang mengangkat tema āBimbingan Teknis dalam rangka Peningkatan Awareness APJ sebagai Upaya Pengendalian Antimicrobial Resistance (AMR)ā ini dihadiri oleh Kepala Balai Besar POM Manado Bapak Hermanto, S.Si., Apt., MPPM, Regional Operation Manager AAM Bapak Andre Prasetyo, Kepala Cabang AAM Manado Bapak Adam, serta 50 Apoteker Penanggung Jawab (APJ) dari berbagai apotek di wilayah Manado.
Dalam sambutannya, Kepala Balai Besar POM di Manado Bapak Hermanto menyampaikan apresiasi atas inisiatif AAM dalam menyelenggarakan kegiatan kolaboratif ini. Ia menekankan pentingnya sinergi antara regulator dan pelaku industri dalam meningkatkan pemahaman serta kepatuhan terhadap penggunaan antibiotik yang rasional.
Ia juga menekankan pentingnya menjadikan resistensi antimikroba sebagai perhatian bersama dalam meningkatkan kesadaran pemakaian antibiotik dan bahayanya resistensi antimikroba.

āBPOM, AAM, dan sarana kefarmasian merupakan mitra yang memiliki peran strategis dalam rantai layanan kesehatan, khususnya dalam memastikan penggunaan antibiotik yang rasional. Melalui kolaborasi ini, kami ingin mendorong praktik penyaluran yang lebih bertanggung jawab, penguatan edukasi kepada masyarakat, serta pengelolaan limbah obat yang tepat sebagai bagian dari upaya bersama menekan laju resistensi antimikroba,ā kata Bapak Andre Prasetyo.
Kegiatan di Manado ini menjadi bagian dari rangkaian program edukasi dan kolaborasi AAM bersama BPOM di berbagai kota di Indonesia dalam mendukung penguatan kualitas distribusi obat, penggunaan antibiotik yang bertanggung jawab, serta peningkatan kesadaran masyarakat terhadap risiko resistensi antimikroba.


