top of page

Perkuat Kompetensi Apoteker dalam Penanganan Dry Eye Disease, AAM dan Alcon Gelar Sharing Knowledge

  • 4 jam yang lalu
  • 2 menit membaca

Tenaga kefarmasian memiliki peran penting dalam membantu masyarakat memperoleh solusi yang tepat di tengah meningkatnya kasus Dry Eye Disease (DED) atau penyakit mata kering. Seiring perubahan gaya hidup, tingginya penggunaan perangkat digital, serta faktor lingkungan dan usia, pemahaman terhadap karakteristik penyakit maupun pilihan terapi menjadi semakin penting dalam mendukung pelayanan kefarmasian yang optimal.


Sebagai bagian dari komitmen meningkatkan kompetensi tenaga kefarmasian, PT Anugrah Argon Medica (AAM) menghadirkan AAM Sharing Knowledge (AKAR), sebuah platform edukasi berkelanjutan yang mempertemukan tenaga kesehatan, pakar, dan principal untuk berbagi perkembangan ilmu pengetahuan serta praktik terbaik di bidang kesehatan.


Pada penyelenggaraan kali ini, AKAR berkolaborasi dengan Alcon dan diikuti oleh 65 perwakilan apotek di Jakarta pada Rabu, 24 Juni 2026, dengan mengangkat tema penanganan Dry Eye Disease guna memperkuat pemahaman apoteker dalam memberikan rekomendasi yang tepat sesuai kebutuhan pasien.


Group Business Marketing Manager CHP & Specialty AAM, Ibu Tarida Nadapdap, mengatakan bahwa meningkatnya paparan terhadap layar digital, penggunaan pendingin ruangan, faktor lingkungan, hingga pertambahan usia menjadi faktor yang mendorong semakin tingginya kasus mata kering di masyarakat. Menurutnya, kondisi tersebut menuntut tenaga kefarmasian untuk memahami kebutuhan pasien secara lebih komprehensif.


"Berbagai faktor seperti paparan lingkungan, penggunaan gadget dan laptop yang semakin intensif, gaya hidup modern, hingga faktor usia semakin berkontribusi meningkatkan risiko terjadinya mata kering. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk memahami kebutuhan dan keluhan pasien maupun konsumen agar dapat memberikan produk yang tepat sesuai kondisi yang dialami," ujar Ibu Tarida.



Dalam sesi ilmiah, dr. Rino Nugrahaputra, BMedSc (Hons), Sp.M., menjelaskan bahwa sekitar 1,4 miliar orang di dunia mengalami Dry Eye Disease. Ia memaparkan bahwa kondisi tersebut dapat dipicu oleh berbagai faktor, mulai dari paparan udara kering, penggunaan pendingin ruangan, durasi menatap layar yang berkepanjangan, penggunaan lensa kontak, hingga penyakit tertentu seperti diabetes dan penyakit autoimun.


Dr. Rino juga menjelaskan bahwa Dry Eye Disease terdiri atas beberapa tipe, yaitu Aqueous Deficient Dry Eye (ADDE), Evaporative Dry Eye (EDE), dan Mixed Dry Eye, yang masing-masing memerlukan pendekatan terapi berbeda. Oleh karena itu, pemilihan artificial tears sebagai terapi lini pertama perlu disesuaikan dengan kondisi pasien agar memberikan hasil yang optimal.


Melengkapi pembahasan tersebut, dr. Astriviani Switania, Sp.M., menjelaskan pentingnya pemilihan artificial tears yang sesuai dengan kebutuhan pasien. Ia memaparkan bahwa teknologi HP-Guar Adaptive Meshwork pada Systane membantu membentuk lapisan pelindung adaptif pada permukaan mata sehingga mampu menjaga kelembapan dan stabilitas lapisan air mata lebih lama.


"Berbagai studi menunjukkan bahwa penggunaan Systane dapat membantu mengurangi tanda dan gejala mata kering sekaligus meningkatkan kenyamanan pasien dalam jangka panjang," jelas dr. Astriviani.



Sebagai bagian dari kolaborasi bersama Alcon, AAM juga memperkenalkan portofolio solusi Systane yang tersedia di Indonesia untuk membantu memenuhi kebutuhan pasien dengan berbagai tingkat keparahan Dry Eye Disease.


Ragam solusi tersebut dirancang untuk mendukung tenaga kesehatan dalam menyesuaikan rekomendasi sesuai karakteristik dan kondisi pasien, sehingga penanganan mata kering dapat dilakukan secara lebih optimal.


Melalui AKAR, AAM terus memperkuat perannya sebagai mitra strategis bagi tenaga kefarmasian dengan menghadirkan edukasi berbasis ilmu pengetahuan serta kolaborasi bersama principal dan para pakar kesehatan.

Ke depan, AAM akan terus menghadirkan berbagai topik edukasi yang relevan dengan perkembangan kebutuhan layanan kesehatan, sehingga tenaga kefarmasian semakin siap memberikan pelayanan yang tepat dan bernilai tambah bagi masyarakat.



Ā 
Ā 
bottom of page