Membangun Budaya Apresiasi untuk Lingkungan Kerja yang Lebih Bermakna
- 7 jam yang lalu
- 2 menit membaca
Dalam dunia kerja yang semakin dinamis, keberhasilan organisasi tidak hanya ditentukan oleh strategi bisnis dan pencapaian kinerja, tetapi juga oleh bagaimana perusahaan membangun hubungan kerja yang sehat dan saling menghargai di antara karyawannya.

Di PT Medela Potentia Tbk dan entitas anak, budaya apresiasi telah menjadi bagian dari nilai dan praktik kerja sehari-hari yang terus diperkuat secara berkelanjutan, selaras dengan salah satu core values perusahaan, yaitu Deal with Care.
Komitmen tersebut diwujudkan salah satunya melalui kegiatan pengembangan kepemimpinan bertajuk “Leading with Appreciation: The Language of Appreciation at Work” yang disampaikan oleh HR Director PT Medela Potentia Tbk, Ibu Nancy Kartika, pada Kamis, 12 Maret 2026 di HO Titan Center.
Kegiatan ini diikuti oleh jajaran direksi dan manajemen PT Medela Potentia Tbk dan entitas anak di kantor pusat, cabang, serta site sebagai ruang pembelajaran bersama untuk semakin memperkuat praktik kepemimpinan yang menghargai kontribusi setiap individu.
Para leaders kembali diperkenalkan pada konsep 5 Languages of Appreciation dari buku The 5 Languages of Appreciation in the Workplace karya Gary Chapman dan Paul White, yang menjelaskan bahwa setiap individu memiliki cara berbeda dalam merasakan penghargaan.
“Hubungan sosial penting untuk memenuhi kebutuhan sosial dan emosional manusia. Di balik setiap keputusan rasional, selalu terdapat sisi emosional. Karena itu, praktik apresiasi di tempat kerja dapat membangun hubungan yang lebih positif antara atasan, staf, dan rekan kerja, meningkatkan kehadiran dan produktivitas, memperkuat budaya perusahaan, menciptakan suasana kerja yang lebih positif, meningkatkan employee engagement, serta mengurangi tingkat turnover karyawan,” ujar Ibu Nancy.
Bentuk apresiasi tersebut dapat hadir dalam berbagai cara, mulai dari kata-kata penguatan, waktu berkualitas, pemberian hadiah, dukungan nyata dalam pekerjaan, hingga gestur positif. Pemahaman terhadap perbedaan cara setiap individu dalam merasakan apresiasi ini semakin memperkaya pendekatan kepemimpinan di perusahaan dalam membangun hubungan kerja yang lebih personal, efektif, dan bermakna.
Dalam pemaparannya juga disampaikan bahwa pengalaman kerja yang positif (positive employee experience) tidak hanya ditentukan oleh fasilitas kerja seperti teknologi atau lingkungan fisik. Lebih dari itu, karyawan membutuhkan pengakuan yang tulus atas kontribusi yang mereka berikan.
Selain sesi pemaparan, para peserta juga mengikuti berbagai permainan dan asesmen untuk mengenali ‘language of appreciation’ masing-masing, sehingga dapat lebih memahami cara rekan kerja mereka merasakan apresiasi.
Seiring dengan perkembangan dunia kerja, komposisi tenaga kerja di berbagai perusahaan, termasuk di lingkungan PT Medela Potentia Tbk dan entitas anak, kini semakin didominasi oleh generasi Milenial dan Gen Z. Kehadiran generasi ini membawa dinamika baru yang tidak hanya mencari kesempatan untuk berkembang secara profesional, tetapi juga mengharapkan lingkungan kerja yang suportif serta memberikan pengakuan atas kontribusi yang mereka berikan.
Di PT Medela Potentia Tbk dan entitas anak, peran pemimpin menjadi kunci dalam menjaga keberlanjutan budaya apresiasi tersebut. Apresiasi yang diberikan secara tulus dan konsisten terbukti mampu meningkatkan rasa percaya diri karyawan, memperkuat semangat kerja tim, serta mendorong setiap individu untuk terus berkembang dan memberikan kontribusi terbaik bagi organisasi.


